Langsung ke konten utama

The Power of Positive Self-Suggestion: Jadi Superior Tanpa Harus Merendahkan

"Jika kamu bisa percaya pada dirimu sebagai sosok yang kuat, maka cara pandang dan tindakanmu pun akan mengikuti."

Pernah dengar eksperimen Blue Eyes/Brown Eyes dari Jane Elliott? Di eksperimen ini, siswa dibagi menjadi dua kelompok, biru dan cokelat. Yang biru dianggap lebih "superior," sedangkan yang cokelat "inferior." 

Hasilnya? Kelompok yang diperlakukan sebagai "superior" menunjukkan kepercayaan diri yang lebih tinggi, sementara yang lain merasa tertindas.

Tapi, gimana kalau kita ambil intinya dan balik jadi sesuatu yang positif?

💡 Kita bisa memberi sugesti superior ke diri kita sendiri! Tanpa harus merendahkan orang lain, kita bisa mulai dengan pikiran bahwa kita punya nilai, kekuatan, dan keunikan yang membuat kita mampu mencapai hal-hal besar.

5 Langkah untuk Mengembangkan "Sugesti Superior" dalam Diri 

1. Yakini bahwa kamu berharga.

Setiap orang punya kekuatan yang unik. Fokus pada hal-hal yang membuat kamu istimewa dan yakini bahwa kamu berhak untuk sukses dan dihargai.

2. Bangun kebiasaan positif.

Membangun kebiasaan yang mendukung pikiran positif, seperti rutin belajar atau mengejar hobi yang membuatmu lebih percaya diri, akan memperkuat citra dirimu sebagai sosok yang superior (dalam hal yang positif).

3. Refleksi Diri.

Lihat kembali pencapaian-pencapaian yang sudah diraih. Dengan merefleksikan keberhasilan kecil maupun besar, kita mengingatkan diri sendiri tentang kemampuan yang kita miliki.

4. Pikirkan dan lakukan tindakan "superior".

Lakukan hal-hal dengan penuh rasa tanggung jawab dan komitmen, seolah kamu sudah berada di posisi yang kamu inginkan. Hal ini menguatkan pikiran positif bahwa kamu layak dan bisa mencapai apa yang kamu inginkan.

5. Bagikan energi positif tanpa merendahkan.

Menjadi superior bukan berarti merendahkan orang lain, tapi justru mengangkat diri sendiri dengan terus belajar, berusaha, dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Inspirasi diri, inspirasi orang lain.


Dengan menciptakan "superior mindset" dalam diri kita, kita mampu menghadapi tantangan dengan kepala tegak dan keyakinan penuh. 

Kita tidak perlu merendahkan atau membandingkan diri dengan orang lain—cukup tanamkan bahwa diri kita punya potensi untuk mencapai banyak hal hebat.


Remember: Sugesti positif itu ibarat 'sinar' yang bisa membawa kita menuju hal-hal baik, tanpa harus ada yang merasa redup.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinyal Saham ala Value Investing : Insider's Buying

Catatan stockbit tgl 7 feb 2022 Saya sering lihat di forum stockbit, banyak postingan dari traders yg memberikan sinyal saham.  $ABCD Buy : Rp.xxx - Rp.xxx TP : Rp.xxx CL : Rp.xxx Well, utk value investor sebenarnya ada "sinyal" sahamnya sendiri. Salah satunya adalah petuah dari investor legendaris, pak Peter Lynch.  Dia bilang gini "Insiders (pemilik/manajemen) mungkin menjual saham mereka karena sejumlah alasan, tetapi mereka membelinya hanya untuk satu: mereka pikir harganya akan naik." ... menurut sy make sense bgt. Ngapain owner/manajemen yg tau jeroan perusahaan beli sahamnya sendiri kl ga yakin kinerja perusahaannya bakal naik.  Well, untuk lihat insider's buying ini sebenarnya bisa cek di keterbukaan informasi di website BEI. Untungnya sbg user SB kita ga usah repot lg. Krn dg fitur "insider" yg ada di @stockbit atau follow akun @InsiderNews, kita tahu saham apa yg dibeli oleh insiders-nya. Buat saya ini seperti "sinyal" saham.  Nah d...

Sudahkah Uang Bekerja Untuk Anda?

Di usia kepala 4 seperti saya saat ini, banyak teman teman saya yang sudah menduduki jabatan tinggi dan berpenghasilan besar. Gaji dua digit bahkan tiga digit per bulan bukan lagi hitungan jari. Penghasilan tadi lebih dari cukup untuk memenuhi segala kebutuhan hidup orang pada umumnya.  Tapi, yang menarik ketika salah satu teman saya tanya, apakah happy dengan keadaan sekarang?. Sambil tertawa, dia merasa "terjebak" jawabnya. Setiap hari, dia terbangun tanpa gairah untuk bekerja, tidak menikmati waktunya, dan merasa terjebak dalam rutinitas yang tidak pernah dia bayangkan. Dia tidak menikmati pekerjaannya, tetapi tidak berani mengambil risiko untuk mengejar mimpinya di bidang lain. Kenapa? Karena meninggalkan pekerjaan bergaji besar tentu saja berisiko tinggi. Situasi ini mungkin bukan hal yang asing bagi banyak dari kita. Banyak yang merasa seperti mengayuh sepeda di tengah hujan—tidak bisa berhenti, karena kalau berhenti, mereka akan jatuh. Menariknya, sebagian besar dari ...

Information Bias : Kesalahan Investor Pemula Yang Harus Dihindari

Sebagai investor, menghindari kesalahan sangat penting. Karena bikin salah sedikit saja di pasar modal, uang taruhannya. Kalau kata Lo Kheng Hong, "Tuhan Maha Pengampun, pasar modal tak kenal ampun".  Cuan yang kita dapatkan susah susah, bisa hilang gara gara satu kesalahan analisa. Dan salah satu kesalahan yang sering dilakukan investor pemula adalah akibat information bias.  Apa itu Information Bias? Information bias sederhananya adalah kecenderungan pada informasi yang salah alias tidak sesuai fakta. Loh kok bisa? Namanya juga manusia tempatnya khilaf... hehe... Contoh : karena sudah terlanjur beli saham GOTO dan pede bakal naik, tiap hari cari info yang mendukung opini kamu kalau GOTO bakal naik. Ga peduli, kalau faktanya beda, kinerja keuangannya jeblok. Ini misalnya ya... no offense untuk GOTO hodler. Lebih parah lagi, kalau beli saham karena modal katanya si anu begini. Apalagi sekarang eranya medsos dimana banyak influencer yang "pompom" saham baik disengaja...